Home » » Fasilitator Berbagi Cerita

Fasilitator Berbagi Cerita

Written By Aisyiyah Peduli on Sabtu, 10 November 2012 | 07.06



“Ini adalah pengalaman pertama saya bersentuhan dengan para penderita penyakit TB, dengan latar belakang pendidikan psikologi, sy berharap bisa lebih banyak membantu mereka” demikian di katakan eka damayanti (28), perempuan lulusan S2 psikologi UGM ini sekarang aktif sebagai salah satu Fasilitator TB di Kota Makassar, baginya ini adalah kerja sosial sehingga akan di lakukannya dengan penuh dedikasi.

Sejak bulan februari 2012 eka damayanti dipercaya sebagai salah satu Fasilitator TB Aisyiyah, menurut perempuan yang akrab di panggil eka ini, dirinya ditunujuk karena latar belakang pendidikan, karena dalam kegiatan ini dibutuhkan seorang fasilitator yang berlatar belakang psikolog.

Bagi dirinya selama dua bulan menjalankan kerja sebagai fasilitator TB, cukup banyak hal yang diperoleh, terutama pengetahuan mengenai penyakit TB, menurutnya ini adalah pekerjaan dan pengalaman baru, sehingga dirinya masih perlu beradaptasi, namun dengan bekal pengalaman sebagai fasilitator diberbagai kegiatan lain, baginya tidak terlalu sulit untuk melakukan kegiatan pendampingan bagi Kader TB lainnya.

Ada 2 fungsi utama Fasilitator TB yang yang harus dijalankan, pertama memfasilitasi pelatihan, disini eka bekerja sama dengan fasilitator yang lain untuk secara rutin mengadakan pelatihan, yang tujuannya mengupgrade kemampuan kader dan PMO, khususnya perbaikan kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat yang masih dalam tingkatan suspect ataupun penderita. Kedua, sebagai pendamping kader, banyak persoalan psikologis yang dihadapi kader di lapangan, mulai dari penolakan oleh mereka yang dianggap suspect, sulitnya membujuk masyarakat yang diidentifikasi suspect, putus asa, hingga persoalan dengan Unit pelayanan kesehatan (UPK) di wilayah kerja kader, karenanya memberi penguatan psikologis adalah hal yang selalu dilakukan eka dan fasilitator lainnya, kepada kader TB.

Dalam menjalankan kegiatan ini hal yang paling penting adalah pelibatan banyak pihak diantaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah, PMO dan kader, karena para pihak inilah yang secara langsung bertemu dengan masyarakat, diharapkan dengan keterlibatan mereka, informasi penting mengenai TB dapat tersebar secara luas, sehingga penularan penyakit TB dapat dihindari sedini mungkin.

Sebagai fasilitator, kedepan harapannya bahwa kegiatan ini dapat berjalan untuk jangka waktu yang panjang, karena dikhawatirkan bila kegiatan ini berhenti maka upaya masyarakat untuk menambah pengetahuan juga bisa terhenti, karena itu eka sangat mengapresiasi terbentuknya Komunitas Masyarakat Peduli TB (KMP TB), karena baginya ini bisa menjadi salah satu media yang dapat terus menyebarkan kesadaran akan bahaya TB.
Share this article :

Terpopuler

 
Bersama TB Aisyiyah Sulsel
Membangun Kemandirian Masyarakat Berantas Tuberculosis
Copyright © 2012. Aisyiyah Peduli - All Rights Reserved