Home » » ‘Aisyiyah Sulsel Kombinasikan Penanganan TB dan HIV

‘Aisyiyah Sulsel Kombinasikan Penanganan TB dan HIV

Written By Aisyiyah Peduli on Minggu, 29 Juni 2014 | 23.44

Ketua Majelis Kesehatan 'Aisyiyah Sulsel
Makassar- Program penanggulangan penyakit Tuberculosis ‘Aisyiyah mulai diseinergikan dengan penanganan HIV. Mereka yang terinfeksi HIV rentan terserang kuman tuberkulosis seiring dengan menurunnya daya tahan tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan kematian pada pasien tersebut. Untuk mempercepat diagnosis dan terapi, layanan HIV dan tuberkulosis di tempat layanan kesehatan perlu disinergikan. Demikian tandas Ketua Majelis Kesehatan PW ‘Aisyiyah Sulsel, Hj. Musdalifah Mannan, SKM., M. Kes, Senin (30/6).

Musdalifah memaparkan data laporan Pengendalian Tuberkulosis Global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2009, satu dari empat kematian pada pasien TB terkait dengan infeksi HIV. Pada tahun 2007 diperkirakan 1,37 juta kasus baru tuberkulosis di antara mereka yang terinfeksi HIV dan 456.000 di antaranya meninggal dunia. Mengingat tingginya angka kasus TB di Indonesia, kemungkinan orang dengan HIV mengalami koinfeksi TB sangat besar. Apalagi daya tahan tubuh pasien HIV rendah. 

”Karena itu, perlu upaya menemukan, mencegah, dan mengobati TB pada orang dengan HIV, serta pentingnya tes HIV pada semua pasien TB agar pencegahan dan terapi bisa dilakukan. Oleh karena itu ‘Aisyiyah membuat program kolaborasi penanganan HIV dan TB,” kata Direktur Akademi Kebidanan (AKBID) Muhammadiyah Makassar ini.

Dalam rangka mendukung program tersebut, ‘Aisyiyah Sulsel menggerakkan ratusan kader yang telah dilatih, menyiapkan Unit Pelayanan Kesehatan, berupa Balai Layanan Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) dan Klinik, ditambah dengan support dari para Tokoh Agama yang telah mendapatkan pembekalan seputar penyakit tersebut.
Share this article :

Terpopuler

 
Bersama TB Aisyiyah Sulsel
Membangun Kemandirian Masyarakat Berantas Tuberculosis
Copyright © 2012. Aisyiyah Peduli - All Rights Reserved