Home » » Makassar dalam Ancaman Tuberculosis

Makassar dalam Ancaman Tuberculosis

Written By Aisyiyah Peduli on Rabu, 04 November 2015 | 22.39

Kegiatan "Ketuk Pintu" 'Aisyiyah Makassar
Makassar - Meskipun kuman TB telah ditemukan sejak tahun 1882, tapi hingga 2015, belum ada satu negarapun di dunia yang bebas tuberkulosis. Bahkan World Health Organization (WHO) baru-baru ini merilis bahwa penyakit tuberculosis (TB) telah menjadi ancaman yang serius bahkan lebih parah dari Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang sudah sejak lama menjadi momok. Hal ini karena laporan jumlah kasus baru TB makin banyak dan penyakit makin sulit untuk disembuhkan.

"Berdasarkan rilis terbaru WHO tahun 2015, Tuberculosis kini bersaing dengan HIV jadi penyakit infeksi penyebab kematian terbanyak di dunia. Ranking tuberculosis sekarang sama seperti HIV," kata Koordinator Program SSR Community TB Care ‘Aisyiyah Makassar, Rifqah Ma’mur, di Gedung Pusat Dakwah ‘Aisyiyah Kota Makassar, Jl. Landak Baru, Senin (2/11).

Menurutnya, Kota Makassar juga berada dalam bayang-bayang ancaman tuberculosis. “Tuberculosis juga telah merenggut ratusan jiwa warga Makassar beberapa tahun terakhir. Tahun 2011, TB merenggut 39 jiwa. Tahun 2012 mengambil 10 jiwa. Tahun 2013, melonjak tajam menjadi 54 orang,” urai alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin ini.

Rifqah melanjutkan bahwa jumlah penderita TB di Makassar mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2011, 1698 orang, naik menjadi sebanyak 1905 orang  pada tahun 2012, dan naik lagi menjadi 1911 penderita pada tahun 2013.Penderita ini tersebar di 14 kecamatan di seluruh Kota Makassar. “Bayangkan kalau setiap penderita berpotensi menularkan TB minimal ke -10 orang. Artinya, belasan sampai puluhan ribu orang berpotensi kena TB di Makassar,” khawatirnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ‘Aisyiyah terpanggil untuk turut terlibat dalam penanggulangan TB di Makassar. Hingga kini, ‘Aisyiyah Makassar telah melatih 128 orang kader, mereka bergerak dari rumah ke rumah untuk menemukan orang yang diduga mengidap (suspek) TB.

“Kalau ada suspek yang ditemukan, kader kami akan menemani ke Puskesmas terdekat. Jika mereka dinyatakan positif mengidap TB, maka kami akan mendampingi proses pengobatannya hingga sembuh. Kami juga melatih keluarganya untuk menjadi PMO (Pengawas Menelan Obat, Red.). Semua itu akan memakan waktu 6 hingga 8 bulan,” urai Rifqah.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Analisa Situasi TB Kota Makassar, Dr. Fatmawati mengungkapkan bahwa daerah yang padat penduduk, menjadi wilayah yang rentan terjadi penularan tuberkulosis (TB).  "Lingkungan hidup yang kumuh, miskin dan padat menjadi sumber perkembangan dan penularan TB. Dari kecamatan di kota Makassar, tercatat 7 kecamatan memiliki tingkat kepadatan dan kemiskinan yang tinggi. Tallo, Rappocini, Mamajang, Ujung Tanah, Makassar, dan Tamalate. Faktor ini mendorong cepatnya persebaran TB dan tumbuh berkembangnya kuman TB," kata Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar ini.


Share this article :

Terpopuler

 
Bersama TB Aisyiyah Sulsel
Membangun Kemandirian Masyarakat Berantas Tuberculosis
Copyright © 2012 - 2017. Aisyiyah Peduli - All Rights Reserved