Home » » Kadis Kesehatan Sulsel: TB Masih Masalah Besar di Indonesia

Kadis Kesehatan Sulsel: TB Masih Masalah Besar di Indonesia

Written By Aisyiyah Peduli on Jumat, 25 Agustus 2017 | 00.10


MAKASSAR- Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dunia terutama negara-negara yang sedang berkembang, dimana Indonesia adalah salah satu negara dengan beban tertinggi. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr dr Rachmat Latief, dalam kegiatan Analisa Situasi TB 2017 Sulsel untuk kabupaten Sinjai, Maros dan Enrekang, di Hotel Gammara, Makassar, Senin (24/8/2017) sore.

Menurut Rachmat, berdasarkan hasil Survei Prevalensi TB Indonesia tahun 2013-2014, diperkirakan kasus TB sebanyak 1.600.000 kasus sedangkan kasus baru  TB sebanyak 1.000.000 kasus dan mortalitas TB 100.000 kasus.

“Dengan angka notifikasi kasus tahun 2014 sebanyak 324.000 kasus maka case detection TB di Indonesia hanya sekitar 32%. Sebanyak 68% kasus masih belum diobati atau sudah diobati tetapi belum tercatat oleh program,” sebutnya.

Ia melanjutkan, dalam Milestone Eliminasi TB tahun 2035, pada tahun 2016 telah diluncurkan Strategi TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberculosis) dan secara bertahap ditetapkan target dampak setiap 5 tahun, sehingga diharapkan pada tahun 2020 terdapat 20% penurunan insiden TB dan 40% penurunan kematian TB dibandingkan tahun 2014 dan pada tahun 2050 TB bukan merupakan masalah kesehatan masyarakat global.

Di Sulawesi Selatan, kata Rachmat, sampai tahun 2016 kegiatan TB tak hanya pada TB regular saja, tapi juga sudah berjalan pada kolaborasi TB-HIV. Dalam kegiatannya, ia meminta peran serta komunitas dan LSM di sana, selain juga peran serta pemerintah di daerah.

“Dukungan dari kabupaten/kota juga sangat diperlukan dalam mencapai target bersama, karena ke depan penanggulangan TB yang selama ini pembiayaannya bergantung pada lembaga donor, akan dikembalikan ke daerah. Tentu daerah harus siap untuk hal ini,” katanya.

Rachmat berharap, pelatihan Analisa Situasi TB yang diselenggarakan TB –HIV Care Aisyiyah Sulsel untuk beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelaksanaan kegiatan program TB-HIV di Sulsel.

Diketahui program TB Aisyiyah Sulsel telah berjalan di 11 kabupaten kota di Sulsel diantaanya, Makassar, Gowa, Jeneponto, Sidrap, Pinrang, Parepare, Soppeng, Wajo, Maros, Enrekang, dan Sinjai.
Share this article :

Terpopuler

 
Bersama TB Aisyiyah Sulsel
Membangun Kemandirian Masyarakat Berantas Tuberculosis
Copyright © 2012 - 2017. Aisyiyah Peduli - All Rights Reserved